PEMASARAN

Posted: Oktober 31, 2010 in Uncategorized

PENGERTIAN dan KOSEP PEMASARAN

  • Pengertian Pemasaran

Pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia usaha. Kadang-kadang istilah pemasaran ini diartikan sam dengan beberapa istilah, seperti : penjualan, perdagangan, dan distribusi.Jadi, pemasaran merupakan keseluruhan dari pengetian tentang :
• Penjualan
• Perdagangan
• Distribusi
Pemasaran adalah system keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli pontensial.

  • Penciptaan Faedah Bagi Komsumen

Pemasaran adalah termasuk salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu dalam penciptaan nilai ekonomi. Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah :
• Produksi yang membuat barang-barang
• Komsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut
Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan.
Perusahaan dapat menciptakan lima macam faedah, yakni : (1) faedah bentuk (form utility), (2) faedah waktu (time utility), (3) faedah tempat (plece utility), (4) faedah milik (ownership utility), dan (5) faedah informasi (information utility).
Dari kelima faedah tersebut, kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah yaitu :
1. Faedah Waktu
2. Faedah Tempat
3. Faedah Millik
4. Faedah Informasi

  • Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran (marketing concept) merupakan falsafah perusahaan yang menyatakan bahwa pemasaran keinginan pembeli adalah utama bagi kelangsungan hidup perusahaan.

  • Pendekatan Studi Pemasaran

Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
• Pendekatan Serba Fungsi
Jumlah dan macam dari fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah :
1. Penjualan
Penjualan ini merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju.
2. Pembelian
Fungsi Pembelian bertujuan memilik barang-barang yang dibeli untuk dijual atau untuk digunakan dalam perusahaan dengan harga, pelayanan dari penjual dan kualitas produk tertentu.
3. Pengangkutan
Pengangkutan merupakan pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang dikonsumsi.
4. Pennyimpanan
Penyimpanan merupakan fungsi menyimpan barang-barang pada saat barang selesai diproduksi sampai pada saat barang dikonsumsikan. Adapun alasan-alasan untuk mengadakan penyimpanan tersebut adalah :
a. Produksi bersifat musiman, sedangkan konsumen bersifat terus-menerus, misalnya : buah-buahan, besar,dan sebagainya.
b. Konsumsi bersifat musiman, sedangkan produksi terus-menerus sepanjang tahun, misalnya : paying, jas hujan
c. Spekulasi, yaitu dengan membeli dan menimbun barang-barang untuk dijual pada waktu harga sudah naik.
d. Menyetabilkan harga, yaitu dengan jalan membeli dan menimbun barang-barang pada waktu barang berlimpa-limpah sehingga harganya rendah.
e. Penyimpanan mungkinkan pembelian dalam jumlah besar, dan pembelian dalam jumlah besar memungkinkan untuk : memperoleh potongan harga, biaya angkut per unit lebih rendah.
5. Pembelanjaan
Pembelanjaan adalah fungsi mendapatkan modal dari sumber ektern guna menyelenggarakan kegiat n pemasaran.
6. Penanggunagan Risiko
Penanggungan risiko adalah fungsi menghindari dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan pemasaran barang. Tiap-tiap perusahaan menghadapi macam-macam risiko, antara lain :
a. Risiko yang timbulkan oleh alam, seperti : gempa bumi, angin puyuh, banjir.
b. Risiko yang ditimbulakan oleh manusia, seperti : kebakaran, pencurian, tidak dibayarnya utang oleh pembeli.
c. Risiko yang ditimbulkan oleh pasar, seperti : merosotnya harga penjualan.
Adapun cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko, khususnya risiko kebakaran dan pencurian :
a. Memperkecil jumlah persediaan barang
b. Dengan mengusahakan fasilitas penyimpanan yang baik dan kuat.
c. Dengan mengasuransikan barang-barang yang disimpan.
7. Standarisasi dan Grading
Standarisasi adalah penentuan batas-batas dasar dalam bentuk spesifikasi barang-barang hasil manufaktur, kadang-kadang juga disebut normalisasi. Adapun dasar penentuan standard untuk barang-barang hasil manufaktur :
• Ukuran jumlah (Rim untuk kertas)
• Ukuran kapasitas ( 1 liter untuk oli)
• Ukuran fisik (4 R untuk ban sepeda motor)
• Ukuran kekuatan (tenaga kuda untuk mesin dan motor)
Grading adalah usaha menggolong-golongkan barang ke dalam golongan standard kualitas yang telah mandapat pengangkuan dunia perdagangan.
Adapun cara penggolongan yang dapatndilakukan adalah :
• Memerika dan menyorkir dengan panca indra
• Memeriksa dan menyortir dengan alat.
• Memeriksa dan menyortir dengan melalui contoh barang.
8. Pengumpulan Informasi Pasar
Dalam fungsi ini termasuk pula pengumpulan dan penafsiran keterangan-keterangan tentang macam barang yang beredar di pasar, jumlahnya, macam barang yang dibutuhkan konsumen, harganya, dan sebagainya.
Sebenarnya kedelapan macam fungsi pokok pemasaran tersebut dapat dimasukkan ke dalam tiga macam fungsi, yaitu :
• Fungsi pertukaran, meliputi : pembelian dan penjualan
• Fungsi Penyediaan fisik, meliputi : pengangkutan dan penyimpanan
• Fungsi penunjangan, meliputi : pembelanjaan, penanggungan risiko, standarisasi dan grading, serta pengumpulan informasi pasar.

  • Pendekatan Serba Lembaga

Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran.
Lembaga tersebut :
• Penyediaan bahan/supplier yang menyediakan bahan kepada produsen
• Produsen ayng mengolah bahan menjadi barang jadi.
• Perantara agen, seperti : agen penunjang (perusahaan angkutan, perusahaan penyimpanan) danagen pelengkap (biro periklanan, lembaga keuangan).
• Perusahaan saingan
• Pembeli akhir

  • Pendekatan Serba Barang

Pendekatan serba barang atau disebut juga pendekatan organisasi industri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.

  • Pendekatan Serba Manajemen

Pemasaran ditinjau sebagai suatu kerangka yang terdiri atas variable-variabel yang dapat dikontrol atau variable lingkungan.

  • Pendekatan Serba Sistem

Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta memperngaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
Dalam bentuk yang paling sederhana, system pemasaran terdiri atau dua elemen yang berinteraksi, yaitu organisasi pemasaran dan pasar yang ditujunnya. Kedua elemen tersebut dihubungkan oleh dua pasang aliran/arus.

STUKTUR ORGANISASI PEMSARAN

Sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh seorang manajer pemasaran yang kebanyakan bertanggung jawab pada direktur perusahaan. Manajer pemasaran membawahi sejumlah individu yang dikelompokan ke dalam dua sub bagian, yaitu :
• Sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang
• Sub bagian penjualan umum
Kepala sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan alat penunjang bertanggung jawab terhadap masalah-masalah : (1)perencanaan dan perdagangan barang, (2) periklanan, (3) riset pemasaran, (4) analisis dan pengawasan persediaan, (5) anggaran penjualan, (6) peralaman penjualan, (7) perencanaan penjualan, (8) pengawasan persediaan, (9) penjadwalan produksi, (10) distribusi fisik. Sedangkan kepala sub bagian penjualan umum bertanggung jawab terhadap masalah-masalah: (1) penjualan lapangaan, dan (2)kegiatan kantor penjualan termasuk servis langganan dan servis barang.

PASAR

  • Pengertian Pasar

Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.
Dari difinisi tersebut dapatlah diketahui adanya tiga unsure penting yang terdapat dalam pasar, yakni :
• Orang dengan segala keinginannya
• Daya beli mereka
• Kemauan untuk membelanjakan uangnya.

  • Macam-macam Pasar

Pada pokoknya, pasar dapat dikelompokan ke dalam 4 golongan, yakni :
Pasar konsumen adalah sekompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsikan, bukannya dijual aytau diproses lebih lanjut.
• Pasar industri adalah pasar yang terdiri atas individu-individu dan lembaga atau organisasi yang membeli barang-barang untuk dipakai lagi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam memproduksi barang lain yang kemudian dijual.
• Pasar penjual adalah suatu pasar yang terdiri atas individu-individu dan organisasi yang membeli barang-barang dengan maksud untuk dijual lagi atau disewakan agar mendapat laba.
• Pasar pemerintah adalah pasar dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintah.

  • Segmentasi Pasar

Pasar adalah kegiatan membagi-bago pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan (segmen pasar) yang bersifat homogen.
Bagi perusahan kecil maupun perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensinya, dapat mengadakan segmentasi pasar.

MARKETING MIX dan PRODUK

  • Pengertian Marketing Mix

Keputusan-keputusan dalam pemasaran dapat dikelompokan kedalam empat strategi, yaitu : strategi produk, sretegi harga, srategi distribusi, dan srategi promosi.
Marketing mix adalah kombinasi dari dan empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan system distribusi.

  • Pengertian Barang

Barang/produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang terima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.

  • Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongkritannya

1. Barang Tahan Lama
Barang tahan lama adalah barang-barang yang secara normal dapat dipakai bekali-kali ; jadi dapat dipakai untuk jangka panjang waktu yang relative lama.
2. Barang Tidak Tahan Lama
Barang tidak tahan lama adalah barang-barang yang secara normal hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kaloi saja.
3. Jasa
Jasa adalah kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Jasa dimasukkan sebagai barang yang tidak konkrit atau tidak kentra, sedangkan barang tahan lama dan barang tidak tahan lama dimasukkan sebagai barang konkrit atau barang kentra.

  • Penggolongan Barang menurut Pemakaiannya oleh si Pemakai

1. Barang Konsumsi
Barang Konsumsi adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan. Jadi, pembelinya adalah pembeli/konsumen akhir, bukan pemakai industri karena barang tersebut tidak diproses lagi, elaikann dipakai sendiri.
• Barang Konvenien
Barang konveien adalah barang yang mudah dipakai, membelinya dapat disembarang tempat, dan pada setip waktu.
• Barang Shopping
Barang shopping adalah barnag yang harus dibeli denagn mencari dahulu dan didalam membelinya harus dipertimbangkan masak-masak.
• Barang Spesial
Barang special adlah barang yang mempunyai cirri khas, dan hanya dapat dibeli ditempat tertentu saja.
2. Barang Industri
Barang industri adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi atau kepentingan dlam industri, baik secara langsung atau tidak langsung dipakai proses produksi. Barang industri masih dapat dibedakan lagi menjadi lima golongan sebagai berikut :
• Bahan baku
• Bahan dan barang setengah jadi
• Perlengkapan operasi
• Instalasi
• Peralatan ekstra

  • Siklus Kehidupan Barang (Product Life Cycle)

Barang juga memiliki siklus kehidupan/umur (lifa cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terdapat dipasaran ini disebut sebagai siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini terdiri atas lima tahap yang berbeda-beda dan masing-masing tahap berada dlam lingkungan pemasaran. Thap-tahap tersebut adalah : (1) tahap perkenalan, (2) tahap pertumbuhan, (3) tahap kedewasaan dan kejenuhan, (4) tahap kemunduran.

  • Merk

Brand adalah suatu nama, istilah simbul, atau disain (rancangan), tau kombinasinya yang dimasudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.

SALURAN PEMASARAN

  • Pengertian Saluran Distribusi

Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oelh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.

  • Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri

Perentara adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industri. Adapun macam-macam perantara adalah :
• Pedagang besar yang menjual barang kepada pengecer, peagang besar lain, atau pemakai industri
• Pengecer yang menjual barang kepada konsumen atau pembeli akhir
• Agen yang mempunyai fungsi hamper sama dengan pedagang besar
Pedagang besar untuk barang industri sering disebut sebagai distributor industri.
Saluran 1. Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sedaerhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa menggunakan perantara.
Saluran 2. Seperti halnya dengan saluran 1, saluran ini disebut juga sebgai saluran distribusi langsung.
Saluran 3. Saluran distribusi semacam ini banyak dipakai oleh produsen barang konsumsi, dan dinamakan sebgai distribusi tradisional.
Saluran 4. Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunkaan agen perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar.
Saluran 5. Di sini, produsen melilih agen sebgai penyalurnya.
Saluran 6. Saluran distribusi barang industri dari produsen ke pemakai industri ini merupakan saluran yang paling pendek.
Saluran 7. Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan peralatan ekstra kecil dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya.
Saluran 8. Saluran distribusi ini dapat dipakai oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unti penjualanya terlalu kecil.
Saluran 9. Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran.

  • Saluran Distribusi Ganda

Ada beberapa masalah yang harus dipertmbangkan dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut antara lain :
1. jenis barang yang dipoasarkan
2. produsen yang menghasilkan produknya
3. penyaluran yang tersedia ikut ambil bagian
4. pasar yang dituju

  • Perantara Saluran

Dalam operasinya, perantara saluran melaksanakan berbagai macam fungsi pemasaran, seperti : penyimpanan, pengangkutan, dan sbg.Para perantara ini dapat dimasukkan kedalam saluran distribusi apabila dapat melaksanakan kegiatan lebih efisien.

  • Pedagang Besar

Pedagang besar merupakan salah satulembaga saluran yang penting, terutama untuk menylurkan barang konsumsi. Pedagang besar dapat digolongkan kedalam :
1. Pedagang besar dengan fungsi penuh, yaitu pedagang besar yang melaksanakan seluruh fungsi pemasaran.
2. Pedagang bedar dengan fungsi terbatas, yaitu pedagang besar yang hanya melaksanakan satu atau beberapa fungsi pemasaran.

  • Pengecer

Pedagang eceran ini meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi.
Jenis-jenis Pengecer :
a. General merchandise, sebuah toko yang menjual berbagai macam barang (kosmetik, alat-alat rumah tangga, alat tulis, dll)
b. Single-line store, lebih menjual seperti toko mebel, toko makanan, alat-alat olahraga, bahan bangunan, dll.
c. Speciality store, barang yang dijual adalah toko tembakau, toko roti, toko sepatu.

  • Agen

Agen meskipun mereka menjalankan kegiatan perdagangan besar tetapi pada umumnya mereka tidak dimasukkan kedalam kategori pedagang.
Jenis-jenis agen yang ada antara lain :
1. Agen penjualan
2. Agen pembelian
3. Agen pengangkutan

  • Jumlah Perantara dalam Saluran

Setelah produsen menentukan saluran distribusi berikutnya adalah masalah penentuan jumlah perantara untuk ditempatkan sbg perantara pada tingkat perdagangan besar. Produsen mempunyai tiga alternative yang dapat ditempuhnya, yaitu : (1) distribusi intensuf, (2) distribusi selektif, (3) distribusi eksekutif.

  • Distribusi Fisik

Distribusi fisik dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemindahan suatu barang ke tempat tertentu pada saat tertentu. Pada pokoknya, dua maslah penting yang terdapat dalam kegiatan distribbusi fisik ini adalah :
1. Pengangkutan
Dapat di artikan sebagai pemidahan barang melalui suatu jalan / jalur yang mengambil tempat di antara lembaga-lembaga saluran denagan konsumen. Agen pengankut ini dapat dibedakan :
a. Penggolongan sesuai dengan metode pengangkutannya
b. Penggolongan sesuai dengan bentuk hukumnya
2. Penyimpanan
Dalam hal ini perusahaan dapat menyewakan fasilitas penyimpanan pad alembaga lain yang disebut gudang umum. Biasanya sewa yang harus dibayar ditentukan menutur besarnya yang digunakan.

PENENTUAN HARGA

 

  • Arti dan Pentingnya Harga

Harga adalah sejumlah uang (ditambah beberapa barang mungkin) yang membutuhkan untuk mendpatkan sejumlah kobinasi dari barang beserta pelayanannya. Salah satu prinsip bagi manajemen dalam penentuan harga adalah menitik-beratkan pada kemauan pembeli untuk harga yang telah ditentukan denagn jumlah yang cukup untuk menutup ongkos-ongkos dan menghasilkan laba.

  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga

Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :
1. Keadaan Perekonomian
2. Permintaan dan Penawaran
3. Etalitas Permintaan
Inelastis, jika permintaan itu bersifat inelastic, maka perubahan harga akan mengakibatkan perubahan yang lebih kecil pada volume penjualannya.
Elastis, jika permintaan itu bersifat elastis, maka perubahan harga akan menyebabkan terjadinya perubahan volume penjualan dalam perbandingan yang lebih besar.
Unitary elasticity, maka perubahan harga akan menyebabkan perubahan jumlah yang dijual dalam proporsi yang sama.
4. Persaingan
Harga jual beberapa macam barang sering dipengaruhi oleh keadaan persaingan yang ada. Selain persaingan murni, dapat pula terjadi keadaan persaingan lainnya. Seperti : persaingan tidak sempurna, oligopoly, dan monopoli.
5. Biaya
6. Tujuan Perusahaan
7. Pengawasan Pemerintah

  • Metode-metode Penetapan Harga

Ada dua pendekatan pokok dalam penentuan harga jual, yaitu :
1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)
Harga jual produk itu dapat dihitung dengan rumus :
BIAYA TOTAL + MARJIN = HARGA JUAL
2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)
HARGA BELI + MARK = HARGA JUAL
3. Penetapan Harga Break-even (Break-even Pricing Method)
• Biaya Variabel adalah biaya yang berubah-ubah disebabkan oleh adanya perubahan jumlah hasil.
• Biaya Tetap adalah biaya-biaya yang tidak berubah-ubah untuk setiap tingkatan/sejumlah hasil yang diproduksi.
• Biaya Total adalah seluruh biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan atau dengan kata lain biaya ini merupakan jumlah dari biaya variable dan biaya tetap.
BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
• Penghasilan Total adalah jumlah penerimaan yang diperoleh perusahaan dari penjualan produknya.
4. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar
Dalam hal ini, penentuan harga tidak didasarkan pada biaya, tetapi justru harga menentukan biaya bagi perusahaan.

  • Politik Penetapan Harga

1. Penetapan Harga Psikhologis
2. Price Lining
3. Potongan Harga
Jenis-jenis potongan yang dapat diberikan oleh penjual adalah : (a) potongan kuanttas, (b) potongan dagang, (c) potongan tunai, (d) potongan musiman.
4. Penetapan Harga Geografis

PROMOSI dan PERIKLANAN

  • Promosi

Promosi merupakan salah satu variable marketing mix yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Oleh karena itu promosi dipandang sebagai : Arus informasi atau persuasi satu –arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.

  • Periklanan

Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melaluo berbagai madia yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
1. Tujuan Periklanan
a. Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain.
b. Mencapai orang-ornag yang tidak dapat dicapai oleh salesman dalam jangka waktu tertentu.
c. Mengadakan hubungan dengan para penyalur, misalnya dengan mencantumkan nama dan alamatnya.
d. Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru.
2. Jenis Periklanan
a. Periklanan Barang
b. Periklanan Kelembagaan
3. Media Periklanan
a. Surat Kabar, merupakan media periklanan yang dapat mencapai masyarakat luas karena harganya relative murah.
b. Majalah.
c. Radio, hanya bisa dinikmati melalui pendengaran dan radio dapat menjakau daerah yang luas.
d. Televisi, media yang dapat memberikan kombinasi antara suara dengan gambar.
e. Pos Langsung
4. Biro Periklanan
Merupakan lembaga bisnis yang bediri sendiri, yang mengkhususkan kegiatannya di bidang perencanaan, pengembangan, dan penempatan periklanan bagi langganannya.

PERSONAL SELLING, PROMOSI PENJUALAN, dan Publisitas

  • Personal Selling

Personal selling adalah interaksi antara individu, saling bertemu muka yang ditunjukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
1. Proses Personal Selling
Dalam kegiatan personal selling terdapat beberapa tahap, yaitu :
a. Persiapan sebelum penjualan
b. Penentuan lokasi pembeli potensial
c. Pendekatan pendahuluan
d. Melakukan penjualan
e. Pelayanan penjualan
f. Pelayanan sesudah penjualan
2. Jenis Tugas Penjualan dan Salesman
a. Trade selling dan mercllandising salesman
b. Missionary selling dan detailman
c. Technical selling dan sales engineer
d. New business selling dan pioneer product salesman

  • Promosi Penjualan

Promosi penjualan merupakan satu kegiatan dalam promosi, menggunakan alat-alat seperti : peragaan, pameran, demontrasi, hadiah, contoh barang, dan sebagainya.

  • Publisitas

Publisitas merupakan salah satu kegiatan promosi yang dilakukan melalui suatu media. Namun informasi yang tercantum tidak berupa iklan tetapi berupa media

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s