MENJAMURNYA WARALABA (FRANCHISE)

Posted: April 10, 2011 in Uncategorized
  • Latar Belakang

Waralaba sebenarnya merupakan suatu system bisnis yang telah lama dikenal oleh dunia, dimana untuk pertama kalinnya diperkenalkan oleh perusahaan mesin jahit Singer di Amerika Serikat. Peluang yang muncul dari waralaba menarik orang dari berbagai latar belakang misalnya para usahawan, professional, pensiunan, bahkan anak-anak muda yang baru lulus wisuda.

Format bisnis waralaba memang tak dapat dipungkiri eksistensinya dan digemari oleh pengusaha-pengusaha mengingat kecilnya resiko kegagalan yang mungkin timbul dalam menalankan usaha khususnnya bagi pengusaha-pengusaha pemula.Waralaba alternative yang paling mudah untuk memulai bisnis. Bila orang-orang harus memulai dari nol untuk memulai usaha, maka tidak dengan bisnis waralaba.

Melalui waralaba membuat pemasaran lebih mudah. Melalui waralaba, investor tidak perlu memikirkan cita rasa, segmen pasar, supply bahan baku, bahkan ada pula yang menyediakan gerobak untuk berjualannya. Semuanya sudah tersedia, dan terbukti diterima dan dikenal oleh masyarakat umum sehingga investor hanya tinggal mencari lokasi yang stategis untuk mulai membuka usahanya.

Persaingan global menuntut pengusaha tidak hanya mengantisipasi persaingan dari dalam negeri namun juga harus mengantisipasi persaingan dali luar negeri. Franchising/waralaba adalah salah satu bisnis yang memberikan keuntungan baik kepada franchisor maupun kepada ranchisee, disamping itu juga pasti ada kerugian yang harus ditanggung. Bisnis waralaba saat ini telah berkembang pesat dan telah manjamur sampai ke berbagai daerah di Indonesia. Ini membuktikan bahwa waralaba merupakan bisnis yang potensial dalam dunia bisnis yang sangat ketat persaingannya.

Keputusan mendirikan gerai besar atau kecil tergantung pada keadaan traiding area yang dilayani. Suatu wilayah yang berpenduduk banyak yang berpenghasilan cukup besar adalah traiding area yang menarik banyak pengecer. Sebaliknya, wilayah lain yang berpenghuni sedikit yang berpenghasilan tidak banyak adalah traiding area yang kurang menarik karena hanya akan menunjukan satu atau dua gerai ritel saja, wilayah yang dijadikan sebagai ajang penjualan oleh suatu toko dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu wilayah perdagangan utama, wilayah perdagangan sekunder, dan wilayah tambahan.

Bisis waralaba merupakan bisnis alternative bagi pengusaha baru maupun yang sering menggeluti dalam dunia usaha. Mereka tahu bahwa bisnis waralaba mempunyai profit atau keuntungan yang menjanjikan di masayang akan datang. Namun perlu kita ketahui bahwa dibalik sebuah kesuksesan pasti ada kegagalan yang dialami pebisnis waralaba, karena begitu ketatnya dalam persaingan bisnis ini.

 

 

  • Masalah

Banyaknya bisnis waralaba atau franchise di Indonesia sangat berkembang pesat akhir-akhir ini. Dengan semakin banyak bermunculan bisnis franchise, diharapkan bisa membantu perekonomian Indonesia. Semakin banyaknya yang menggeluti bisnis ini maka akan menimbulkan persaingan yang sangat ketat dalam dunia bisnis. Makadari itu, diperlukan adanya strategi-strategi yang sangat jitu untuk dapat bersaing dengan para pesaing bisnis lainnya.

  • Landasan Teori
  1. Menurut Blake & Associates (Blake, 1996), kata franchise berasal dari bahasa Perancis kuno yang berarti bebas. Pada abad pertengahan franchise diartikan sebagai hak utama atau kebebasan (Sewu, 2004, p. 15).
  2. Menurut Queen (1 993:4-5) franchise adalah kegiatan pemberian lisensi dari pemegang usaha (franchisor) kepada pembeli merek usaha (franchisee) untuk berusaha dibawah nama dagang franchisor berdasarkan kon trak dan pembayaran royalti. European Code of Ethics for Franchising memberikan definisi franchise sebagai berikut (European Code of Ethics for Franchising, 1992, p. 3): “Franchise adalah sistem pemasaran barang dan atau jasa dan atau teknologi, yang didasarkan pada kerjasama tertutup dan terus menerus antara pelaku-pelaku independent (maksudnya franchisor dan individual franchisee) dan terpisah baik secara legal (hukum) dan keuangan, dimana franchisor memberikan hak pada individual franchisee, dan membebankan kewajiban untuk melaksanakan bisnisnya sesuai dengan konsep dari franchisor” ( Sewu, 2004, p. 5-6).
  3. Menurut Winarto (1995, p. 19) Waralaba atau franchise adalah hubungan kemitraan yang usahanya kuat dan sukses dengan usahawan yang relatif baru atau lemah dalam usaha tersebut dengan tujuan saling menguntungkan khususnya dalam bidang usaha penyediaan produk dan jasa langsung kepada konsumen.Sejarah & Perkembangan.
  4. David J. Kaufmann member definisi franchising sebagai sebuah system pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan dibawah asistensi franchisor.
  5. Menurut Reitzel, Lyden, Roberts & Severance, franchise definisikan sebagai sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor) seperti merk yang diberikan kepada orang lain (franchsee) untuk menggunakan barang (merk) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.
  6. Selain definisi menurut kacamata asing, di Indonesia juga berkembang definisi franchise. Salah satunya seperti yang diberikan leh LPPM (Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen), yang mengadopsi dari terjemahan kata franchise. LPPM mengartikannya sebagai usaha yang memberikan laba atau keuntungan sangat istimewa sesuai dengan kata tersebut yang berasal dari wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti keuntungan.
  7. Menurut PP No. 16/1997 wralaba diartikan sebagai perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfattkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual tau penemuan atau cirri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang ata6u jasa. Definisi inilah yang berlaku baku secara yuridis formal di Indonesia.
  • Pembahasan Masalah

Era globalisasi membawa dampak perubahan yang sangat besar dalam perekonomian suatu Negara. Kondisi ini juga membawa dampak pada perekonoian di Indonesia, hal ini dapat kita lihat di lingkungan uasaha yang saat ini mulai berkembang dengan pesat di segala bidang. Salah satu usaha yang sedang menjamur adalah usaha franchise, semakin banyak orang yang behasil dalam bisnis franchise maka semakin banyak pula pengusaha-pengusaha baru yang tertarik untuk menggeluti bisnis ini baik franchisee atau pewaralaba ataupun sebagai franchisor atau pengwaralaba.

Melalui konsep bisnis franchise banyak brand local dan asing tumbuh pesat, bahkan banyak sekali merk local yang awalnya hanya merk biasa sekarang berubah menjadi market leander dalam kategori bisnis waralaba. Pada dasarnya franchise merupakan sebuah konsep pemasaran dalam rangka mem[erluas jaringan cepat dan murah.

Usaha franchise yang semakin banyak ini menyebabkan imbul persaingan yang ketat antara persahan yang satu denagn perusahaan lainnya. Seiring menghadapi pesaing-pesaing yang telah ada, peusahaan harus menghadapi pesaing baru yang terus bermunculan. Agar perusahaan dapat tetap bertahan dalam persaingan, perusahaan harus mengerti apa yang sebenarnya dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen.

Salah satu cara yang dilakukan pengusaha agar bisnisnya berjalan lancar adalah mereka juga berusaha untuk membuat product yang berbeda dari franchise maupun franchisor lain. Kemampuan perusahaan dalam mencapai posisi yang terbaik adalah kunci sukses dalam pemasaran suatu produt yang ditawarkan.

Selain itu 4 variabel marketing mix juga dapat mempengaruhi seberapa besar pengusaha akan mendapatkan keuntungan yang besar atau kecil. 4 variabel itu adalah product, harga, lokasi, promise. Keempat strategi tersebut saling mempengaruhi (independent), sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan strategi, yaitu strategi acuan/bauran. Sedangkan strategi marketing mix merupakan bagian dari strategi pemasaran (marketing strategy), dan berfungsi sebagai pedoman dalam menggunakan variable pemasaran yang dapat dikendalikan pimpinan perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang pemasaran

Product. Strateginya adalah menetapkan cara dan penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang dituju, sehingga dapat memuaskan para konsumennya dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang, melalui peningkatan penjualan dan peningkatan share pasar. Dalam strategi marketing mix, strategi produk merupakan unsure yang paling penting karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lain. Strategi produk yang dapat dilakukan mencakup keputusan tentang acuan/bauran produk, misalnya merk dagang, cara pembungkusan atau kemasan produk, tigkat mutu/kualitas dari produk dan pelayanan yang diberikan. Produk merupakan elemen yang paling penting, sebab dengan inilah  perusahaan berusaha untuk memenuhi “kebutuhan dan keinginan” dari konsumen.

Harga. Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan. Dalam penentuan baik untuk harga jual atau harga beli pihak pengusaha harus berhati-hati. Karena, kesalahan dalam penentuan harga akan menyebabkan kerugian bagi franchisee maupun franchisor. Perusahaan haruslah mempertimbangkan banyak fakto dalam menetapkan harga yang sesuai, yaitu dengan mempertimbangkan :

  1. Perusahaan dengan cepat membuat sasaran harga, apakah mengmbil harga untuk kelasa atas menengah atau bawah;
  2. Menentukan permintaan
  3. Memperkirakan biaya
  4. Menganalisis penawaran para pesaing
  5. Memilih harga akhir

 

Hendaknya setiap perusahaan dapat menetapkan harga yang peling tepat,  dalam arti yang dapat memberikan keuntungan yang  paling baik, baik untuk jangka pendek maupun unluk jangka panjang.

Lokasi. Lokasi adalah fakto yang sangat penting dalam bauran pemasaran, pada lokasi yang tepat sebuah gerai akan lebih sukses di banding gerai lainnya yang berlokasi kurang strategi. Sebelum suatu took atau pusat perbelanjaan didirikan, langkah pertama adalah memperlajari suatu area agar investasi yang di tanamkan dapat menguntungkan. Area perdagangan adlah suatu wilayah dimana beberapa perusahaan menjual barang atau jasa secara menguntungkan

Promosi. Promosi merupakan salah satu konsep dari Marketing Mix, promosi lebih kepada menawarkan access/channel kepada pembeli. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, yakni dengan adanya persaingan yang memiliki produk dan design outlet yang sama, misalnya “Kebab Turki” dengan “Arabian Kebab” maka perusahaan harus menyusun strategi pemasaran yang tepat, disamping menekankan harga produksi juga melaksanakan strategi promosi. Promosi dapat dilakukan dengan cara :

  • Periklanan : merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumen. Periklanan ini dapat dilakukan oleh pengusaha lewat surat kabar, radio, majalah, TV, ataupun dalam bentuk poster-poster atau pamphlet yang dipasang dipinggir jalan atau tempat – tempat strategis.

 

  • Publsitas ( Pubilicity ): Meripakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu,dan menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimanadidalam melakukan publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial.Publisitas merupakan suatu alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakatsecaratepat, sehingga sering disebut sebagai usaha untuk “mensosialisasikan” atau “memasyarakatkan “.

 

Dalam hal strategi pemasaran suatu product yang akan dijual harus memperhatikan keseimbangan yang efektif, dengan mengkobinasukan komponen-komponen tersebut kedalm suatu strategi promosi yang saling mengkaitan antara stategi yang satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan hasil penjualan dan keuntungan yang baik untuk franchise maupun franchisor.

  • Penutup

Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari makalah yang telah saya buat adalah, franchisor atau pemberi waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak usaha memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau cirri khas usaha yang dimilikinya. Franchise atau penerima waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau cirri khas yang dimiliki waralaba. Bentuk bisnis franchise yang merupakan bisnis instant banyak diminati oleh pengusaha Indonesia kkarena pasar yang sudah tersedia sertabebrapa keuntunngan dari bentuk franchise tu sendiri seperti bantuan manajerial dan operasional yang diberikan oleh franchisor. Produk yang dijual dari bisnis franchise juga mempunyai cirri khusus sehingga dapat bertahan lama dari ancaman pasar. 4 variabel marketing mix sangat mempengaruhi berjalan dengan lancer atau tidaknya suatu bisnis. 4 variabel itu biasanya disebut dengan 4P yaitu, product, price, place, promotion.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s